
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Gunung Sari Makassar memperluas peluang kerja bagi alumninya hingga ke luar negeri. Komitmen tersebut ditegaskan saat prosesi wisuda di Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (13/5/2026). Stikes Gunung Sari Makassar meluluskan 253 tenaga kesehatan baru.
Mereka terdiri dari 182 lulusan Program Studi S1 Keperawatan, 42 lulusan Profesi Ners, dan 29 lulusan Profesi Bidan. Ketua Stikes Gunung Sari Makassar, Dr Syaiful Bachri, mengatakan Stikes Gunung Sari tidak hanya fokus mencetak lulusan. Tetapi juga memfasilitasi alumni agar mudah terserap di dunia kerja, termasuk di luar negeri.
“Perawat sekarang harus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi kesehatan. Alumni-alumni kami juga sudah diarahkan ke sana,” kata Syaiful saat ditemui sebelum prosesi wisuda.
Menurut Syaiful, Jepang masih menjadi salah satu negara tujuan utama penyaluran tenaga kesehatan lulusan Stikes Gunung Sari.
Selain itu, peluang kerja juga terbuka di Taiwan dan Arab Saudi.
Stikes Gunung Sari juga terus memperluas jaringan kerja sama internasional.
Ketua Panitia Wisuda, Normalia, mengatakan pihaknya juga akan melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan JIC terkait penyaluran tenaga kesehatan profesional ke Jerman.
“Biasanya kampus fokus ke Timur Tengah atau Jepang, tapi kami mencoba membuka peluang ke Eropa, khususnya Jerman,” katanya.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat mempermudah alumni memperoleh pekerjaan setelah lulus.
“Harapannya alumni tidak lagi bingung mencari pekerjaan karena kampus ikut memfasilitasi penyaluran kerja mereka,” jelas Normalia.
Selain mendorong alumni bekerja di berbagai negara, Stikes Gunung Sari Makassar juga menanamkan jiwa kewirausahaan kepada mahasiswa.
Menurutnya, entrepreneurship menjadi salah satu ciri khas kampus agar lulusan tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja sendiri.
Perwakilan Yayasan Pendidikan Gunung Sari, Abdul Bashar menambahkan, ke depan pihaknya akan terus melakukan pengembangan, termasuk program studi atau prodi.
“Tahun depan kita akan menambah prodi lagi,” kata Abdul Bashar.
